Pengguna motor trail biasanya lebih memilih menggunakan ban motor tube ketimbang tubeless. Penggunaan ban dalam pada motor trail boleh dibilang ideal karena struktur karet yang lebih empuk maka ban jenis ini sangat tahan lama jika digunakan di jalanan yang kurang begitu bagus. Keunggulan lain dari ban biasa adalah umurnya yang lebih panjang karena terbuat dari compound yang cukup kuat.
Lantas pernakah Anda mendengar opini yan mengatakan bahwa penggunaan ban dalam motor membuat ban motor jadi berat? Mitos bahwa ban dalam membuat motor lebih berat adalah salah satu anggapan yang sering muncul di kalangan pengendara sepeda motor. Namun, mengapa mitos ini muncul? Alasannya bisa dikaitkan dengan pandangan bahwa ban dalam terbuat dari bahan yang lebih berat dibandingkan ban luar, seperti ban tubeless yang sering disebut lebih awet.
Namun, penting untuk memahami berat sebenarnya yang ditimbulkan oleh ban dalam. Berat ban dalam sebenarnya tidak signifikan dan tidak mempengaruhi secara negatif performa motor secara nyata. Berat ban dalam hanya memberikan peningkatan kecil pada berat total motor. Sebagai contoh, berat ban dalam hanya sekitar 5% dari berat total motor.
Dengan begitu, mitos bahwa ban dalam membuat motor menjadi lebih berat tidak dapat dipertanggungjawabkan. Jadi, meskipun ada mitos seputar penggunaan ban dalam dalam motor, penting untuk memahami fakta-fakta yang sebenarnya. Berat ban dalam tidak mempengaruhi performa motor dan penggunaannya memiliki manfaat yang berharga.
Nah buat anda pengguna ban dalam yang menggunakan motor trail secara harian nih tentu Anda pernah mengalami kejadian ban bocor gara-gara ban dalamnya terlipat. Kondisi ini jelas tidak menguntungkan, apalagi saat Anda sedang berada di daerah yang jauh dari bengkel atau jasa tambal ban.
Mengenai penyebabnya, ban dalam yang terlipat bisa disebabkan karena faktor ukuran ban dalam yang tidak sesuai dengan ukuran ban luar (lebih besar). Kondisi ini menyebabkan sebagian ruang ban dalam tidak terisi oleh angin dan akhirnya terlipat. Selain disebabkan ukuran ban, kondisi ini pun bisa disebabkan karena pemasangan pelek yang tidak sempurna saat Anda ganti ban atau setelah menambal ban.
Untuk mengatasi hal ini, pastikan ukuran ban dalam sesuai dengan ukuran ban luar. Selain itu, pastikan juga ukuran pelek sesuai dengan ban luar kendaraan Anda. Intinya, semua komponen roda harus seukuran. Kalau kebetulan di bengkel sedang tidak tersedia, jangan memaksakan diri.
Anda pernah melihat petugas tambal ban yang memasangkan ban dalam dalam kondisi murni tampa angin? Bahkan untuk memastikan ini, mereka akan mencopotkan dulu pentil ban Anda, baru kemudian dipasangkan pada ban dalam. Nah, ternyata cara yang mayoritas dilakukan penyedia jasa tambal ban tersebut salah kaprah. Yang tepat, seharusnya ban dalam harus dalam kondisi terisi sedikit angin saat akan dipasangkan.
Memang ini sedikit merepotkan dan memperlambat proses pemasangan, tapi trik ini merupakan cara paling tepat supaya supaya permukaan ban tertarik sempurna, dan tidak melipat ke dalam. Kondisi ini pun menurunkan risiko ban bocor karena terlipat. Kalau ingin lebih maksimal, Anda bisa sedikit memberikan talk agar antara ban dalam dan lapisan dalam ban luar tidak seret dan mudah datur posisinya. Nah semoga menjadi lebih tercerahkan ya.
Image credit : pexels.com