Pernah ngalamin gak tarikan motor trail Anda terasa berat? Baik saat trabsan atau digunakan harian, hal ini amat angat mengganggu. Nah jika Anda pernah mengalaminya, waspadalah, ini bisa menjadi sinyal awal adanya gangguan pada beberapa sistem mesin. Meskipun sebagian pengendara menganggapnya sebagai masalah ringan, kondisi ini sebenarnya cukup serius karena menandakan adanya hambatan pada proses pembakaran dan penyaluran tenaga ke roda.
Penurunan performa tarikan gas tidak terjadi tiba-tiba. Kondisi ini dapat disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor, yang terjadi lumayan lama. Dengan memahami penyebab di bawah ini, Anda akan lebih mudah mengidentifikasi penyebab yang paling masuk akal pada motor Anda.
Yang pertama adalah tidak teraturnya pergantian oli mesin. Oli mesin berfungsi sebagai pelindung gesekan sekaligus pengalir panas. Ketika jarak tempuh oli sudah melewati batas pakai, kemampuan oli untuk melumasi komponen internal menurun drastis.
Mesin kemudian menjadi lebih panas, gesekan meningkat dan putaran crankshaft terasa lebih berat. Situasi ini membuat tarikan gas motor menurun meski tuas gas diputar lebih dalam.
Selain itu, oli yang dibiarkan terlalu lama akan membawa partikel logam dari gesekan komponen. Partikel-partikel ini ketika terus bersirkulasi dapat menggores liner silinder dan mempercepat kerusakan pada ring piston atau noken as. Di situasi seperti ini, penggantian oli tidak sekadar menjaga suara mesin tetap halus, tetapi benar-benar menentukan kelancaran aliran tenaga dari mesin menuju roda.
Oh iya jika melakukan penggantian oli, pastikan kapasitasnya sudah pas ya. Banyak pengendara masih menganggap pengisian oli yang terlalu sedikit bisa menimbulkan resiko. Kenyataannya, mengisi terlalu banyak justru bisa menimbulkan efek samping pada kendaraan.
Ketika jumlah oli melebihi batas maksimum, tekanan di dalam crankcase meningkat dan menahan pergerakan piston. Efeknya, tarikan gas motor menjadi berat karena mesin melawan tekanan internal yang sebenarnya tidak perlu.
Selain hambatan mekanis, oli yang terlalu penuh dapat mengakibatkan gelembung udara dalam sistem pelumasan. Gelembung udara ini membuat oli tidak dapat melumasi dengan sempurna sehingga beberapa komponen tetap panas dan kehilangan efisiensi.
Nah faktor berikutnya adalah filter udara yang kotor. Filter udara merupakan gerbang pertama yang menentukan kualitas udara masuk ke ruang bakar. Ketika filter udara motor dipenuhi debu atau kotoran, volume udara yang dibutuhkan mesin akan terhambat.
Mesin yang kekurangan udara tidak dapat melakukan proses pembakaran secara sempurna sehingga tenaga yang dihasilkan menjadi jauh lebih kecil. Itulah sebabnya tarikan gas terasa lambat. Pada motor modern yang menggunakan sistem injeksi, sensor udara dan injektor sangat sensitif terhadap aliran udara. Filter udara yang kotor tidak hanya membuat tarikan gas motor berat, tetapi juga mengakibatkan konsumsi bahan bakar meningkat.
Ini terjadi karena ECU memerintahkan injeksi bekerja lebih keras untuk menyeimbangkan campuran udara dan bensin. Membersihkan filter udara secara berkala atau menggantinya sesuai rekomendasi akan menghindari kerusakan sistem injeksi di masa depan.
Pengapian yang sehat membutuhkan busi dengan kondisi elektroda baik dan sistem pengapian stabil. Bila busi mulai aus, percikan api menjadi kecil dan tidak mampu membakar campuran udara-bahan bakar secara optimal. Respons gas motor menjadi kurang bertenaga, terutama pada tarikan awal atau saat melewati tanjakan.
Selain busi, sistem pengapian lain seperti koil, kabel busi, dan CDI juga harus bekerja secara presisi. Pada motor modern, gangguan kecil pada sensor pengapian bisa mengubah waktu pembakaran sehingga mesin terasa berat. Pemilik motor sering salah menilai bahwa ini adalah masalah injeksi, padahal akar masalahnya berada di sektor pengapian. Pemeriksaan berkala menjadi langkah penting untuk memastikan pembakaran berlangsung secara tepat.
Setiap proses pembakaran meninggalkan residu karbon. Dalam jangka panjang, karbon menumpuk dan mengeras pada dinding ruang bakar, katup, piston, hingga kepala silinder. Karbon yang menebal mempersempit ruang kompresi dan mengubah rasio kompresi asli mesin. Akibatnya, pembakaran menjadi tidak stabil. Tarikan gas motor pun terasa berat meski mesin masih hidup normal.
Kerak karbon juga membuat distribusi panas tidak merata. Bagian tertentu menjadi lebih panas dan meningkatkan risiko knocking atau detonasi. Membersihkan ruang bakar perlu dilakukan untuk menjaga mesin tetap bersih dan juga mengembalikan kemampuan mesin menghasilkan tenaga sesuai spesifikasinya.
Dan yang terakhir adalah stelan klep dan kompresi yang tidak tepat. Klep atau valve mengatur aliran udara dan bahan bakar masuk serta sisa pembakaran keluar. Bila celah klep terlalu rapat, klep tidak bisa menutup sempurna sehingga kompresi bocor.
Bila terlalu longgar, mesin menjadi berisik dan aliran udara tidak efisien. Keduanya membuat tarikan gas motor terasa lambat dan kurang stabil.
Selain klep, kompresi mesin juga dipengaruhi kondisi ring piston dan dinding silinder. Jika kompresi berkurang, tenaga yang dihasilkan mesin tidak lagi maksimal. Efeknya adalah tarikan gas terasa datar dan kemampuan menanjak menurun. Pengecekan kompresi secara berkala bisa memberikan gambaran umur mesin dan membantu Anda mengambil keputusan tepat tentang apa yang perlu diservis.
Image credit : thephiladelphiainquierer.com