Dua Pilihan Motor Adventure asal Italia
Semakin banyak opsi motor sport adventure di Indonesia. Motor sedang digandrungi lantaran bisa digunakan untuk beraktivitas di jalur perkotaan maupun alam bebas. Berbagai spesifikasi khusus disematkan guna melibas perjalanan jauh dan berbagai kondisi jalan. Dari sekian banyak yang ditawarkan pabrikan, kelas menengah menjadi pilihan bijak.
Nah kali ini kami akan mencoba membandingkan dua motor adventure kelas menengah pabrikan asal . Jadi buat Anda yang kebetulan sedang memikirkan ingin membeli motor adventure, bisa mengetahui perbandingannya ya.
Yang pertama adalah dari pabrikan Italia ada Aprilia Tuareg 660. Memiliki basis serupa dengan RS 660 dan Tuono 660. Model anyar berjenis sport adventure dibanderol Rp656 juta on the road (OTR) Jakarta.Aprilia Tuareg 660 memiliki visual gagah. Mulai dari bagian fascia, memakai lampu model Tri Led Lamp dengan DRL. Layaknya motor adventure, ia dibekali windshield dan hand guard. Aura tangguhnya terlihat dari penggunaan layout bodi minimalis dan tajam di bagian shroud.
Sektor bawah dibekali dengan cover engine yang berfungsi sebagai proteksi dari rintangan. Desain knalpot besar dan menjulang tinggi turut memperkuat identitas serbabisa. Mundur ke belakang, visualnya tak kalah menarik. Pabrikan tidak membekali bodi plastik di belakang. Agar kesan tangguhnya makin kuat.
Fiturnya sudah dibekali layar instrumen TFT 5 inci, menampilkan segala informasi penting dari kendaraan. Kemudian multimap Ride-by-Wire dan paket APRC (Aprilia Performance Ride Control) meliputi Traction Control, Cruise Control, Engine Brake, dan Engine Map. Disematkan juga 4 riding mode yakni Urban, Explore, Offroad, dan Individual.
Menggendong enjin berkubikasi 659 cc DOHC, 4-tak, 2-silinder, pendingin cairan, pendingin oli, dan berpengabut injeksi. Racikan itu mampu memproduksi tenaga maksimal hingga 79 Hp di 9.250 rpm dan torsi puncak menyentuh 70 Nm di puntiran 6.500 rpm. Keseluruhan outputnya disalurkan langsung lewat transmisi manual kopling 6-percepatan dengan teknologi assist and slipper clutch.
Suspensi depan pakai model upside down garapan Kayaba dengan travel 240 mm. Sudah memiliki fungsi pengaturan yang bisa disesuaikan dengan keinginan dan kondisi jalan. Lengan ayun berbahan alumuniumnya menjadi penyangga suspensi tunggal Kayaba di belakang. Memiliki travel di 340 mm. Serupa di depan, suspensi belakang ini turut dibekali dengan opsi pengaturan. Roda depan pakai size 21 inci dengan ban 90/90 dan belakang mengusung 18 inci dengan 150/70. Seluruh kulit bundar sudah memakai tipe garuk tanah dan memiliki fungsi tubeless.
Untuk penghenti laju, dikawal dengan sepasang cakram 300 mm dan kaliper 4 piston dari Brembo di depan. Sementara belakang ditopang dengan 1 kaliper berukuran 260 mm yang juga diproduksi Brembo. Fitur pengereman ABS (Anti-lock Braking System) sudah terpasang di roda depan atau belakang dengan kontrol atau pengaturan yang bisa disesuaikan.
Yang kedua adalah Benelli TRK 502X. Punya desain yang tak kalah gahar dengan motor sejenis. Banderolnya terbilang ekonomis untuk ukuran motor adventure berkapasitas 500 cc, di angka Rp185 juta OTR Jakarta.
Ciri khas motor adventure ditampilkan melalui spakbor depan mirip paruh burung. Tangkinya pakai konsep mengotak dengan lekukan tegas. Model headlamp terpisah dengan sudut meruncing. Begitupun stoplamp belakang, mika minimalis sudah dilengkapi LED. Windshield tinggi dipasang tepat di atas headlamp yang berguna menahan empasan angin. Tentu ini menjadi sebuah kewajiban motor adventure.
Panel instrumen disajikan dengan perpaduan digital-analog. Jarum mekanik hanya buat tachometer. Informasi penting lain seperti speedometer, fuel gauge, trip meter, jam, suhu mesin, odometer, dipresentasikan pada layar LCD monochrome. Menggunakan model rangka trestle in steel tubes, atau biasa disebut model teralis, membuatnya memeluk seluruh bagian mesin. Dari samping rangka ini dipertontonkan guna memberi kesan kokoh.
Jantung mekanis tertanam mesin DOHC dua silinder segaris berkubikasi 499,6 cc. Kompresinya ada di rasio 11,5:1 dengan ukuran (Diameter x Langkah) 69x66,8 mm. Karakter enjin bermain di putaran menengah dengan keluaran tenaga sebesar 47 Hp di 8.500 rpm dan dorongan torsi 46 Nm di 5.000 rpm.
Agar pengendaliannya semakin baik, TRK dibekali suspensi yang mumpuni. Di depan model upside-down super besar berdiameter 50 mm. Travelnya mencapai 135 mm. Untuk menopang di belakang, suspensi tunggal tertanam dengan kenop untuk menyesuaikan setelan sesuai kebutuhan pengendara. bDimensi motor yang tinggi tak hanya disebabkan oleh setelan suspensi dan rangka. Ini juga disebabkan oleh penggunaan ban berukuran 110/80 ring 19 di depan dan 150/70 ring 17 di belakang.
Walaupun berharga murah, peranti penahan lajunya cukup mumpuni. Di roda depan tertanam dua cakram 320 mm semi-floating yang diapit kaliper empat piston masing-masing. Begitu pula di belakang, sebuah cakram 260 mm dengan kaliper satu piston. Untuk mencegah ban terkunci saat pengereman keras, ABS sudah menjadi standar di kedua roda.
Nah untuk perbandingan motor trail adventure pabrikan Jepang bakal kami ulas pada artikel lainnya ya. Jadi stay tune dan simak selalu artikel terbaru kami.